MAN PESANGGARAN BANYUWANGI

menuju madrasah unggul, berprestasi berwawasan islami

SEARCH

INFO LOMBA

BLOG

VISITOR


web widgets

RevolverMaps

SENYUM MADRASAH

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

PANCASILA (Pancaran Mata Pada Wanita)

Oleh Admin 11-12-2013 07:44:55

Penulis : Dini Samidah Fauziah (XII IA 2)

             Faidatun Nikmah (XII IA 2)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Seiring perkembangan zaman, banyak alternative yang dapat di gunakan  untuk mempercantik diri. Salah satunya yaitu memperindah mata dengan menggunakan lensa kontak atau yang biasa disebut soft lens.Lensa kontak merupakan barang yang saat ini  marak di gunakan  terutama dikalangan remaja. Orang-orang menggunakanya bukan hanya sekedar sebagai alat bantu penglihatan, tapi juga untuk memperindah mata. Tidak heran, banyak berbagai lensa kontak dengan aneka warna, model dan gaya yang menarik untuk di digunakan. Banyak orang memakainya tanpa peduli efeknya, dengan alasan ingin tampil beda dan mempercantik diri dengan pancaran mata yang memukau. Banyak efek  yang ditimbulkan dari penggunaan lensa kontak, efek negative maupun efek positif.

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengaruh soft lens terhadap mata ?

 

  1. C.    Tujuan Penulisan
    1. Untuk mengetahui tentang soft lens
    2. Dapat mengetahui dampak dan bahaya menggunakan soft lens
    3. Mengetahui perwatan dan pemakaian soft lens dengan benar

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

  1. A.    MATA

Mata merupakan satu-satunya indera penglihat bagi manusia.Jadi sudah jelas bahwa mata berfungsi untuk melihat atau mendeteksi lingkungan sekitar.Mata adalah salah satu organ yang sangat penting bagi manusia .

Gambar 1. Anatomi Mata

Bagian - bagian / organ mata dapat terbagi menjadi 2, yaitu organ dalam dan organ luar.

Organ Luar 

1.  Bulu Mata, 

Berfungsi untuk melindungi mata dari benda asing, misal debu, pasir, dll.

2.  Alis Mata,  

Berfungsi untuk  melindungi mata dari keringat dari dahi.

3.  Kelopak Mata,  

Kelopak mata terdiri atas kelopak atas dan kelopak bawah.Bagian ini untuk membuka dan menutup mata. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata bagian depan dari benda-benda asing dari luar. Benda-benda tersebut misalnya debu, asap, dan goresan. Kelopak mata juga berfungsi untuk menyapu permukaan bola mata dengan cairan.Selain itu juga untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk kemata.

4.  Kelenjar Lakrima, 

Kelenjar air mata (lakrima) berfungsi Menghasilkan air mata untuk membasahi mata yang beguna menjaga kelembapan mata, membersihakan mata dari debu dan membunuh bibit penyakit yang masuk kedalam mata

 

Organ Dalam 

1.  Kornea,

Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.

2.  Sklera,

Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata- rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter. 

3.   Pupil dan Iris,       

Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma.Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata. 

4.  Lensa Mata                                                                                               

Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal. Kemampuan menebal dan menipisnya lensa disini disebut daya akomodasi.

5.   Retina dan Selaput Jala,                                                               

Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik. 

6.   Saraf Optik    

Berfungsi untuk meneruskan bayangan yang sudah terbentuk ke otak.

Mata kita bisa melihat sebuah benda jika ada cahaya yang dipantulkan oleh benda itu. Pantulan cahaya dari benda itu akan diterima oleh kornea. Lalu, diteruskan ke lensa mata kita melalui pupil. Nah, pada mata yang normal, lensa mata kita akan memfokuskan bayangan benda supaya jatuh tepat pada bintik kuning. Kemudian, sel-sel reseptor akan meneruskan rangsangan cahaya tadi ke pusat syaraf penglihatan kita di otak. Begitulah, cara mata kita bekerja.

 

Gambar 2. Proses melihat

 

  1. B.     Penyakit-Penyakit Mata 
  2.  Astigmatis

Astigmatis (mata silindris) adalah kelainan pada mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur.Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama.Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris

  1. Miopia

Miopi (rabun jauh) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat jauh. Hal itu terjadi karena bola mata terlalu panjang dan bayangan benda jatuh di depan bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cekung (negatif).

  1. Hipermetropi

Hipermetropia (rabun dekat) adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat.Hal itu terjadi karena bola mata terlalu pendek dan bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kaca mata berlensa cembung (positif)

  1. Presbiopia

Presbiopia (rabun dekat danjauh) adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh.Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai berkurans.Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua.Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif). Kelainan miopia, hipermetropia, dan presbiopia serta cara menolongnya telah kamu pelajari di kelas VIII.

  1. Rabun Senja

Penderita rabun senja (rabun ayam) tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang.Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya wortel.pepaya, dan tomat.

6.  Kera           Tomalasi

Keratomalasi ditandai dengan kornea mata yang keruh.Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja.Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata.Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis).Ji ka tidak segera cliatasi.akan menimbulkan kebutaan.

 

  1. Katarak

Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata.Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina.Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi

  1. Juling

Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri.Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.

8.  Glaukoma

Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata.Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan.Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan.Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.

9.  Buta Warna

Penderita buta warna tidak dapat membedakan warna tertentu.misalnya merah, hijau. dan biru. Buta warna merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan.Buta warna lebih banyak diderita laki-laki dari pada perempuan. 

 

Cara Merawat mata agar mata terhindar dari berbagai macam penyakit:

  1. Menonton TV atau Komputer dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Radiasi Komputer dan TV yang dapat merusak mata pun dapat dihindari.Istirahatlah sekitar 5-10 menit saja setiap 2 jam.
  2. Membaca buku dengan jarak kurang lebih 30 cm. 
  3. Konsumsi Buah dan Sayur, terutama yang mengandung vitamin A.
  4. Saat mata merah, Bungkus es dalam kain katun dan kompres pada mata yang selama 10 menit. Ini akan memperketat pembuluh darah di sekitar mata dan menyebabkan mereka menyusut. Kesejukan es akan mengurangi kemerahan. Atau dengan menteskan obat tetes mata.
    1. C.    LENSA KONTAK (SOFT LENS)

Lensa kontak atau yang sering kita sebut Softlens adalah sebuah bentuk inovasi penyederhanaan dari alat bantu penglihatan yang disebut kacamata. Sebenarnya, kacamata sendiri sudah diciptakan jauh sebelum adanya lensa kontak.Seperti halnya barang-barang elektronik, seperti HP, Laptop, dll, selalu saja ada inovasi dari para produsen untuk memanjakan para konsumennya. Hingga akhirnya ditemukanlah Softlens atau lensa kontak yang lebih praktis dan terlihat lebih cantik dipakai.

Pada awalnya Softlens dibuat hanya agar seseorang bisa menggunakan alat bantu penglihatan dengan lebih praktis dan nyaman tanpa mengurangi keindahan penampilan raut wajah si pengguna. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan inovasi pada motif dan warna Softlens, membuat Softlens banyak diminati sebagai aksesories kecantikan. Karena dengan adanya variasi warna dan motif pada Softlens tersebut, selain membantu penglihatan, akan membuat mata si pengguna terlihat lebih cantik dan indah. Sehingga fungsi Softlens sebagai alat bantu penglihatan sudah tidak menjadi alasan terdepan, justru saat ini seseorang memakai Softlens cenderung lebih sebagai aksesories kecantikan. Bahkan kebanyakan dari penggunanya kondisi matanya masih normal, sebenarnya mereka mungkin sama sekali tidak membutuhkan alat bantu penglihatan. Nah, mungkin inilah yang menjadi bukti bahwa softlens sudah menjadi Trend Mode Kecantikan para ladies sekarang ini.

Berawal dari kacamata, ide dasar pembuatan Softlens sebenarnya telah dikenal mulai dari tahun 1508 bardasarkan catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat olehLeonardo Da Vinci. Di dalam buku catatannya, ditemukan banyak sekali sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata.Kemudian, ide dasar ini terus menerus dikembangkan dan di teliti. Namun pada versi yang lain diklaim bahwa Rene Descartes merupakan penemu ide softlens yang pertama. Beliau membuat Hydriascope pada tahun 1636, yaitu kaca berisi air yang ditempatkan pada kornea mata untuk membantu penglihatan.Hydriascope inilah yang diklaim sebagai ide pertama yang menjadi prinsip pembuatan kacamata.
Selanjutnya jaman pun berkembang hingga pada akhirnya cikal bakal Softlens ditemukan.Softlens atau Lensa Kontak pertama kali sukses dibuat oleh seorang fisiologi bernama Adolf Gaston Eugen Fick pada tahun 1888, yang terbuat dari bahan Glass-Blown.Adolf menciptakan lensa kontak tersebut dengan melakukan berbagai macam riset dan uji coba, mulai dari bahan, warna, ukuran diameter, sampai ketebalannya. Setelah semua riset tersebut dilaluinya, barulah Adolf mulai berpendapat bahwa Softlens ciptaannya itu dapat digunakan sebagai alat bantu penglihatan. 

Untuk membuktikan bahwa Softlens atau lensa kontak yang ia ciptakan layak dipakai, Adolf Fick melakukan beberapa uji coba. Uji coba yang pertama dilakukan pada seekor kelinci, kemudian Adolf melakukan uji coba pada dirinya sendiri, hingga akhirnya uji coba tersebut dilanjutkan kepada beberapa orang sukarelawan yang mau menggunakan softlens buatannya.Namun sukarelawan tersebut berpendapat bahwa Softlens atau lensa kontak ciptaan Adolf ini masih kurang nyaman digunakan, karna Softlens atau lensa kontak ciptaan Adolf Fick ini masih terbilang sangat besar dan berat.Ketebalan Softlens atau lensa kontak ini berukuran 1.8 - 2.1 cm. Coba saja kamu bayangkan bagaimana jika Softlens ini kamu pasangkan di matamu. Hhmm..Selain itu, bahannya terbuat dari kaca, sehingga dapat juga membahayakan mata. Adolt Fick mempublikasikan hasil temuan & penelitiannya pada bulan Maret 1888. Meskipun terbilang gagal, tapi ide Adolt tersebut merupakan sebuah terobosan baru pada masa itu yang dapat mentrigger inovasi riset alat bantu mata yang praktis lebih maju lagi. Nyatanya lebih dari 10.000 pasang softlens terjual di Amerika antara tahun 1935-1939. Pada tahun 1949, teknologi Softlens mendapatkan titik terang dengan adanya penemuan material sintetik baru yaitu, Polymethylmethylpropenoate (PMMA).Bahan ini membuat softlens lebih bersahabat dengan mata manusia karena dinilai lebih ringan.Penemuan ini membuat penjualan lensa kontak pada tahun itu membooming mencapai 200 ribu pasang terjual. Barulah pada tahun 1960-an diluncurkan produk Softlens berbahan Hydrogel. Bahan Softlens Hydrogel ini ditemukan oleh seorang ahli kimia dari Republik Ceko yang bernama Otto Wichterle dan Drahoslav Lim yang mempublikasikan riset mereka yaitu "Hydrophilic gels for biological use" di jurnal Nature pada tahun sebelumnya. Pada masa inilah terobosan terpenting dalam sejarah pembuatan Softlens terukir.Dengan ditemukannya Hydrogel sebagai bahan dasar pembuat Softlens, membuat produk softlens pada saat itu lebih membooming lagi.Pemakaian softlens dirasa sudah sangat aman dan nyaman dipakai.Opini tersebut mungkin memang benar, karena bahan material Hydrogel ini lebih lembut dan sudah memungkinkan pergantian oksigen di mata saat menggunakan Softlens. Sebagai buktinya, pada tahun 1971, bahan Hydrogel merupakan bahan dasar pembuat softlens pertama yang disetujui oleh Food & Drug Administration (FDA) dan hingga kini bahan tersebut terus dikembangan sebagai bahan dasar softlens.

 

D. JENIS-JENIS SOFTLENS

  1. Lensa Tunggal (Single Vision Lenses)                                                                  Lensa Tunggal hanya terdiri dari satu ukuran, baik untuk jarak jauh, menengah (komputer), atau dekat.Bahannya terdiri dari kaca, plastik, atau polikarbon. 
  2. Lensa Bifokal (Bifocal Lenses)                                                                            Lensa Bifokal terdiri dari 2 ukuran sehingga bisa memberikan pandangan yang baik untuk jarak jauh dan jarak dekat. Lensa Bifokal menyediakan bagian lensa untuk membaca dengan berbagai bentuk dan lebar.Yang paling populer adalah Flat Top dengan lebar sekitar 28 mm.      
  3. Lensa Progresif (Progressive Lenses)                                                                   Lensa progresif memberikan perubahan yang tidak terlihat antara jarak jauh, menengah, dan jarak dekat.Jadi jika dengan bifokal anda hanya punya 2 ukuran untuk jarak jauh dan jarak dekat, dengan progresif semua ukuran termasuk jarak menengah sudah termasuk dengan perubahan ukuran yang bertahap.Ini selain memberikan pandangan lebih baik, juga orang tidak tahu kalau anda juga mengenakan lensa untuk membaca.           
  4. Lensa Transition (Transition Lenses)                                                                    Ini adalah lensa yang bisa berubah warna. Jika dalam ruangan, warnanya menjadi bening persis kacamata baca. Tapi jika di luar ruangan, apalagi dengan sinar matahari yang cerah, warnanya akan berubah jadi gelap seperti Sunglasses sehingga memberikan perlindungan mata anda dari sinar Ultra Violet. Pilihan warna bermacam-macam dari abu-abu, coklat, hijau, dan sebagainya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. A.    Tempat dan Waktu Penelitian
  2. Tempat Penelitian : Sekolah MAN Pesanggaran
  3. Waktu Penelitian   : 11 -23 November 2013

 

  1. B.     Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian Eksperimen

 

  1. C.    Populasi dan Sampel
    1. Populasi   : Siswi MAN Pesanggaran
    2. 2.         Sampel   : 10 siswi MAN PESANGGARAN yang menggunakan lensa mata (soft lens) 

 

  1. D.    Alat dan Bahan

Alat     : Soflens berbagai macam warna

Bahan : Pembersih soflens

 

  1. E.     Cara Kerja

Adapun prosedur pelaksanaan eksperimen ini adalah :

  1. Memakaikan kontaks lens pada 10 siswa putri yang telah ditunjuk
  2. Melakukan pengamatan dan wawancara
  3. Mengulangi pelaksanaan selama 3 kali setiap 3 hari sekali

 

  1. F.     Teknik Analisis Data

Pada Penulisan karya tulis in menggunakan analisis Deskriptif.

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. A.    Hasil Penelitian

Dari hasil percobaan yang dilakukan pada siswa diperoleh hasil sebagai berikut

  1. 3 hari pertama

No

Nama

Nyaman

Tidak nyaman

Iritasi

(mata merah)

Tidak Iritasi

Keterangan

1.

Siti Lailatul

ü   

-

ü   

-

 

2

Yunik Latansi

-

ü   

ü   

-

 

3.

Selia Matovani

ü   

-

-

ü   

 

4.

Isdiana Sifa

ü   

-

-

ü   

 

5.

Vivi Arismaya

ü   

-

-

ü   

 

6.

Tantiwi

-

ü   

ü   

-

 

7.

Yusike Santi

-

ü   

ü   

-

 

8.

Nihayatun Nikmah

ü   

-

-

ü   

 

9.

Dita Antika

ü   

-

-

ü   

 

10.

Mega Ardila

ü   

-

-

ü   

 

 

  1. 2.      3 hari kedua

No

Nama

Nyaman

Tidak nyaman

Iritasi

(mata merah)

Tidak Iritasi

Keterangan

1.

Siti Lailatul

ü   

-

-

ü   

 

2

Yunik Latansi

ü   

-

-

ü   

 

3.

Selia Matovani

ü   

-

-

ü   

 

4.

Isdiana Sifa

ü   

-

-

ü   

 

5.

Vivi Arismaya

ü   

-

-

ü   

 

6.

Tantiwi

-

ü   

ü   

-

 

7.

Yusike Santi

-

ü   

ü   

-

 

8.

Nihayatun Nikmah

ü   

-

-

ü   

 

9.

Dita Antika

ü   

-

-

ü   

 

10.

Mega Ardila

ü   

-

-

ü   

 

 

  1. 3 hari ketiga

No

Nama

Nyaman

Tidak nyaman

Iritasi

(mata merah)

Tidak Iritasi

Keterangan

1.

Siti Lailatul

ü   

-

-

ü   

 

2

Yunik Latansi

ü   

-

-

ü   

 

3.

Selia Matovani

ü   

-

-

ü   

 

4.

Isdiana Sifa

ü   

-

-

ü   

 

5.

Vivi Arismaya

ü   

-

-

ü   

 

6.

Tantiwi

-

ü   

ü   

-

 

7.

Yusike Santi

ü   

-

-

ü   

 

8.

Nihayatun Nikmah

ü   

-

-

ü   

 

9.

Dita Antika

-

ü   

ü   

-

 

10.

Mega Ardila

ü   

-

-

ü   

 

 

 

  1. B.     Pembahasan

Lensa mata (soft lens) merupakan hal biasa yang di gunakan oleh para remaja yang tak memperdulikan efek samping dari pemakaian lensa tersebut. Adapun dari percobaan yang dilakukan dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. 3 hari Pertama

Pada 3 hari pertama percobaan yang dilakukan pada 10 orang relawan darai hasil pengamatan dilakukan bahwa terdapat 4 orang mengalami rasa tidak nyaman memakai soft lens hal ini dapat dikketahui dari reaksi yang ditunjukkan pada mata. Semua mata terjadi iritasi dan berwarna merah

  1. 3 hari Kedua

pada 3 hari kedua juga masih ditunjukkan adanya ketidaknyamanan menggunakan soft lens. Ada dua siswa yang menyatakan tidak nyaman menggunakan  soft lens yang hal ini masih terlihatnya ada dua siswa yang matanya bwerwarna merah (adanya iritasi)

  1. 3 hari Ketiga

Pada 3 hari ketiga ditunjukkan 2 anak mengalami ketidaknyamanan memakai soft lens.

Dari percobaan yang dilakukan diketahui bahwa ketidak nyamanan siswa putri pada saat memakai soft lens tidak bersifat tetap. Ini dapat dilihat hanya satu siswa yang menunjukkan ketidakan nyamanan dalam menggukanaan soft lens yakni Tantiwi. Sedangkan ketidak nyamanan pada siswa yang lain bersifat tidak tetap. Hal ini memungkinkan ketidak nyamanan soft lens lebih banyak disebabkan oleh factor manusia atau pengguna bukan karena factor alat (soft lens).  Berikut ini beberapa dampak negative dari penggunaan soft lens.

  1. Tidak nyaman.

Pemakai awal biasanya merasa tidak enak, karena adanya benda asing pada bola mata mereka. Namun, lama-kelamaan, mata pun akan terbiasa. Biasanya setelah menghentikan pemakaian selama seminggu, sensitivitas kornea akan normal lagi, sehingga pemakai harus berdaptasi lagi agar menjadi nyaman dengan Softlensnya.
Kekurangan oksigen.

Terlalu lama atau terlalu ketat memakai Softlens bisa membuat mata kekurangan oksigen.Konsekuensinya, berbagai macam komplikasi bisa terjadi, seperti noda kornea dan kornea edema.

  1. Mudah hilang.

Ukuran Softlens yang relatif kecil dibanding kacamata membuatnya lebih gampang hilang atau terselip.

  1. Kurang ekonomis (relatif mahal).

Harga Softlens juga relatif mahal, di atas Rp 100 ribu.Apalagi, masa pakainya hanya berkisar 2 minggu sampai sebulan.Umumnya, hanya golongan ekonomi tertentu yang mampu membelinya.

  1. Adaptasi lama.

Pemakai awal butuh waktu lama untuk memakainya, dari belajar memakai, merawat, hingga membiasakan mata.

  1. Butuh perawatan ekstra.

Softlens juga butuh perawatan lebih ketimbang kacamata. Misalnya, harus telaten menggosok, membersihkan, dan menyimpan lensa pada tempat antikuman 

Dari data percobaan, analis dan kajian yang dilakukan oleh penulis dapat dinyatakan bahwa secara garis besar soft lens aman digunakan. Dan dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diketahui bahwa manfaat penggunaan soft lens sebagai berikut :

  1. Menambah percaya diri.

Para wanita yang merasa kurang pede memakai kacamata, bisa mendapatkan rasa pede-nya kembali setelah memakai softlens. 

  1. Menunjang aktivitas tertentu.

Orang-orang dengan pekerjaan tertentu relatif memerlukan Softlens agar bisa bergerak bebas dan tak takut terganggu, dibandingkan jika harus memakai kacamata.Contohnya : olahragawan, penari, aktor, penyanyi, orang-orang yang bekerja dalam hujan, asap, dan lain-lain. 

  1. Faktor keamanan.

Untuk aktivitas yang lumayan berat, pengguna tak perlu takut lensa bakal jatuh atau pecah, seperti halnya jika memakai kacamata. 

  1. Penglihatan lebih baik.

Softlens meminimalisasi jarak mata dengan lensa hingga ketajaman mata menjadi lebih baik.Selain itu, sudut penglihatan pun menjadi lebih luas karena lensa menempel langsung pada mata. 

  1. Baik untuk penderita mata silendris (cylinder).

Bagi pemakai kacamata silendris, Softlens mengoreksi kekurangan akurasi kacamata hingga titik terendah, sehingga penglihatan pun menjadi lebih baik. 

 

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan merawat soft lens untuk mengurangi ketidak nyamanan dalam pemakaian

  1. Larutan serba guna

Larutan serba guna lensa kontak berfungsi membersihkan, mensterilkan dan menyimpan lensa kontak. Lensa kontak bulanan dan tahunan harus direndam oleh larutan minimal 6 jam untuk mencuci lensa kontak sehingga terhindar dari kontaminasi yang merusak mata.

  1. Larutan  pencuci lensa kontak

Larutan pencuci lensa kontak biasanya dianjurkan untuk lensa kontak tahunan, namun dapat digunakan juga oleh lensa kontak bulanan.Larutan pencuci digunakan untuk menghilangkan sisa - sisa yang menumpuk di lensa kontak, seperti minyak dan protein. Jika hal tersebut tidak lakukan dapat mengakibatkan ketidaknyaman, iritasi mata dan mengurangi masa pakai lensa kontak

  1. Pembersih tetes lensa kontak 

Pembersih tetes dapat meningkatkan kenyamanan dalam ruangan ber-AC dan lingkungan yang kering.

  1. Merawat tempat lensa kontak Anda  

Setelah setiap kali digunakan, bersihkan tempat lensa kontak dengan solusi larutan serba guna dan tinggalkan di udara kering.Ganti tempat lensa kontak setiap tiga bulan.

  1. Kunjungan ke Optik untuk pemeriksaan

Kunjungan ke Optik untuk pemeriksaan adalah penting untuk memastikan kesehatan mata dan kenyamanan pemakai.Lebih baik anda datang berkunjung ke optik ketika masa pakai lensa kontak anda berakhir.Anda juga harus membawa tempat lensa kontak Anda yang lama dan kacamata anda ketika berkunjung kembali ke Optik.

 

Cara memasang soft lens menjadi factor utama kenyamanan dalam pemakaian. Berikut ini cara yang penulis anjurkan dalam memakai soft lens :

  1. Bersihkan tangan dengan sabun, kemudian keringkan. Tangan yang kering akanmemudahkan kita dalam memegang softlens.
  2. Ambil sebuah softlens dari tempatnya. Letakkan di ujung telunjuk tangan kita.Gunakan ujung telunjuk tangan kanan untuk memasang softlens mata kiri dan gunakan ujung telunjuk tangan kiri untuk memasang softlens di mata kanan kita.
  3. Dengan satu tangan yang tidak memegang softlens, kita angkat sedikit kelopak mata atas. Gunakan jari tengah dari tangan yang memegang softlens untuk menarik kelopak mata bawah ke arah bawah.
  4. Lihatlah ke atas, kemudian dengan lembut letakkan softlens pada bagian bawah bola mata kita.
  5. Usap lembut kelopak mata kita, kemudian tutup mata kita.
  6. Kedipkan mata sebanyak 5 kali. Cara ini untuk membuat posisi softlens tidak bergeser. Lakukan hal yang sama seperti diatas pada mata yang satunya.

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kenyamanan pemakaian soft lens lebih banyak di akibatkan oleh faktor manusia dan pengguna diantaranya : cara pemakaian soft lens yang tidak benar, perawatan soft lens yang kurang dan salah dan banyak lagi yang lainya. Banyaknya manfaat yang diberikan dalam memakai softlens bagi wanita khususnya tetap yang harus diperhatikan adalah kesehatan. Yakni dengan memberikan perawatan berkala pada sofles dan rajin ke klinik mata atau konsultasi dengan dokter.

 

  1. B.     Saran

Untuk lebih memahami dan mengetahui tentang manfaat dan dampak pemakaian soft lens pembaca dapat membaca dan membandingkan dengan referensi lain. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Gandahusada, Srisasi (ed).1998.Parasitologi Kedokteran.Jakarta:Balai Penerbit Fakultas KedokteranUniversitas indonesia.

 

------.1999.Panduan contoh Percobaan untuk SMU, Mekanika, Optika, Listrik.

 

Abercrombie,M.,M. Hickman,M.L.jonshon, dan M. Thain. 1993. Kamus Lengkap Biologi. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.

 

Suryo.1997. Genetika Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University press.